<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel>
		<title>Thaharah</title>
		<link>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/-t1.htm</link>
		<description>Disini loe bisa belajar dan berdiskusi tentang fiqih thaharah dengan berbagai konteksnya.</description>
		<lastBuildDate>Thu, 27 Dec 2007 06:52:55 GMT</lastBuildDate>
		<ttl>10</ttl>
		<image>
			<title>Thaharah</title>
			<url>http://i42.servimg.com/u/f42/11/82/31/08/banner15.jpg</url>
			<link>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/-t1.htm</link>
		</image>
		<item>
			<title>Bolehkah Berwudhu di WC?</title>
			<link>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/bolehkah-berwudhu-di-wc-t22.htm</link>
			<dc:creator>insanislami</dc:creator>
			<description>Pada dasarnya tidak ada ketentuan khusus yang mengatur tempat untuk berwudhu'. Berwudhu' boleh dilakukan di mana saja, baik di dalam kamar mandi, tempat wudhu', sumur, sungai, laut dan lainnya.



Kita tidak menemukan dalil yang melarang tempat tertentu untuk berwudhu'. Kecuali bila tempat itu memang najis sehingga tidak dimungkinkan terlaksananya wudhu', maka tempat itu memang tidak bisa dijadikan tempat wudhu'.



Misalnya, berwudhu' di dalam kubangan najis, seperti septik tank, comberan,  ...</description>
			<category>Thaharah</category>
			<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 06:52:55 GMT</pubDate>
			<comments>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/bolehkah-berwudhu-di-wc-t22.htm#22</comments>
			<guid>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/bolehkah-berwudhu-di-wc-t22.htm</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Cara Bersuci setelah Terkena Tinta, Tip-ex, atau Cat</title>
			<link>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/cara-bersuci-setelah-terkena-tinta-tip-ex-atau-cat-t21.htm</link>
			<dc:creator>insanislami</dc:creator>
			<description>Masalah tangan yang terkena tip-ex, tinta printer atau cat poster, bisa di jelaskan dengan mengenal dua prinsip.



Pertama, kita harus pastikan bahwa zat-zat itu bukan najis. Kedua, zat itu tidak membentuk lapisan yang menghalangi sampainya air ke kulit kita.



Tip-ex, tinta printer, atau cat poster sudah jelas bukan benda najis, sehingga tidak merusak kesujian dan wudhu' kita bisa masih ada sisanya menempel.



Namun untuk masalah yang kedua, yaitu sejauh mana zat-zat tersebut menghalangi  ...</description>
			<category>Thaharah</category>
			<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 06:44:35 GMT</pubDate>
			<comments>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/cara-bersuci-setelah-terkena-tinta-tip-ex-atau-cat-t21.htm#21</comments>
			<guid>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/cara-bersuci-setelah-terkena-tinta-tip-ex-atau-cat-t21.htm</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Kencing Berdiri</title>
			<link>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/kencing-berdiri-t20.htm</link>
			<dc:creator>insanislami</dc:creator>
			<description>Para ulama sejak dahulu telah berbeda pendapat tentang hukum kencing sambil berdiri. Ada sebagian yang mengharamkannya, namun sebagian lainnya membolehkannya dengan beberapa syarat, misalnya tidak terkena air kencing itu ke celana atau pakaian.



Di dalam kitab Zaadul Ma'ad karya Ibnul Qayyim jilid 1 halaman 43 disebutkan bahwa dalam kebanyakan kasus, Rasulullah SAW kencing sambil duduk dan tidak berdiri. Namun ada kalannya beliau kencing sambil berdiri.



Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan  ...</description>
			<category>Thaharah</category>
			<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 06:37:42 GMT</pubDate>
			<comments>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/kencing-berdiri-t20.htm#20</comments>
			<guid>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/kencing-berdiri-t20.htm</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Wudhu Tanpa Membuka Jilbab en kaos kaki</title>
			<link>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/wudhu-tanpa-membuka-jilbab-en-kaos-kaki-t19.htm</link>
			<dc:creator>insanislami</dc:creator>
			<description>Kalau berwudhu' tanpa membuka sepatu dan cukup mengusapkannya saja dengan air, memang karena Rasulullah SAW mencontohkannya. Sehingga sesuatu yang punya dasar masyru'iyah dari Rasulullah SAW, tentu akan kita jadikan pegangan.



Akan tetapi, manakala kita tidak menemukan contoh atau masyru'iyah yang tegas dari Rasulullah SAW, maka kita pun tidak boleh asal bikin ibadah baru, terutama dalam hal-hal yang terkait dengan ibadah ritual. Karena hal itu malah bisa menjadi bid'ah. Tentu saja bisa jadi  ...</description>
			<category>Thaharah</category>
			<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 06:31:26 GMT</pubDate>
			<comments>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/wudhu-tanpa-membuka-jilbab-en-kaos-kaki-t19.htm#19</comments>
			<guid>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/wudhu-tanpa-membuka-jilbab-en-kaos-kaki-t19.htm</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Bersuci dengan tissue toilet</title>
			<link>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/bersuci-dengan-tissue-toilet-t16.htm</link>
			<dc:creator>insanislami</dc:creator>
			<description>Kertas tissue termasuk benda yang bisa digunakan untuk membersihkan diri dari buang air kecil atau buang air besar. Dalam bahasa fqihnya, menggunakan benda selain air yang digunakan untuk istija` disebut &quot;istijmar&quot; .



Memang praktek aslinya dahulu di masa Rasulullah SAW lebih banyak menggunakan batu. Yaitu tiga buah batu yang berbeda yang digunakan untuk membersihkan bekas-bekas yang menempel saat buang air.



Dasarnya adalah hadits Rasulullah SAW :



Dari Abi Hurairah ra  ...</description>
			<category>Thaharah</category>
			<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 06:02:25 GMT</pubDate>
			<comments>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/bersuci-dengan-tissue-toilet-t16.htm#16</comments>
			<guid>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/bersuci-dengan-tissue-toilet-t16.htm</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Najisnya anjing?</title>
			<link>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/najisnya-anjing-t15.htm</link>
			<dc:creator>insanislami</dc:creator>
			<description>Secara umum, sebenarnya para ulama berbeda pendapat tentang najisnya anjing. 



Madzhab Hanafi berpendapat yang najis hanya air liur di sekitar mulut dan hidungnya, dan juga kotorannya.



Madzhab Maliki lebih ringan lagi, yang najis dari anjing hanya kotorannya sebagaimana binatang lain.



Adapun Madzhab Syafi'i dan Hambali berpendapat bahwa anjing adalah binatang najis secara keseluruhannya.



Dengan dermikian jika Anda berpegang pada madzhab Hanafi dan Maliki maka selama tidak menyentuh  ...</description>
			<category>Thaharah</category>
			<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 05:58:12 GMT</pubDate>
			<comments>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/najisnya-anjing-t15.htm#15</comments>
			<guid>http://insanislami.forumotion.com/thaharah-f38/najisnya-anjing-t15.htm</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>